Postingan

Menampilkan postingan dengan label CGP

Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran

Gambar
  3.1.a.7. Demontrasi Kontekstual -  Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran Guru penggerak diharapkan menjadi pemimpin pendidikan yang mewujudkan generasi unggul di Indonesia. Pemimpin pendidikan harusnya menjadi panutan bagi rekan-rekan sejawat. Mampu memberi contoh bagaimana menciptakan pembelajaran yang nyaman, memahami karakteristik murid dan pembelajaran yang memerdekakan. Dengan pembelajaran yang telah dilalui, Calon guru penggerak mempunyai kompetensi-kompetensi yang mendukung untuk berbagi dan menerapkan pengetahuan di lingkungan sekolah. Kompetensi sosial emosional, cara komunikasi yang asertif, pendengar aktif, tahu cara mengarahkan rekan yang kesulitan (coaching) dan cara mengambil sebuah keputusan merupakan modal kuat bagi calon guru penggerak dalam berbagi dan menerapkan pengetahuan. Ketika harus mengambil keputusan diantara hal benar melawan salah maka akan mudah melakukannya. Berbeda halnya ketika keputusan yang diambil diantara dua pilihan yang...

Aksi Nyata Modul 1.2 (Menjalin Hubungan dengan Orang Tua Murid)

Gambar
  Aksi Nyata Modul 1.2. Membangun Hubungan dengan Orang Tua Murid A.      Latar Belakang Setiap anak mempunyai potensi menjadi anak yang baik, bakat dan berprestasi. Namun, tidak semua mendapat kesempatan mengembangkan potensi-potensi yang mereka miliki. Tak bisa dipungkiri bahwa orangtua, sekolah dan masyarakat berpengaruh besar terhadap karakteristik anak. Orangtua menjadi pondasi pertama bagi tumbuh kembang anak. Ketika anak sudah memasuki usia sekolah, maka guru akan menjadi orangtua ke dua bagi mereka. Kolaborasi antara guru dan orangtua sangat penting dalam membentuk karakter baik pada anak. Orangtua tidak bisa memberikan tanggung jawab sepenuhnya kepada guru mengenai pendidikan sang anak. Sebagai seorang pendidik sebaiknya mempunyai kemampuan menjalin komunikasi dengan orang tua murid. Orang tua murid yang ada di SMP Negeri Pulau burung mayoritas merupakan pekerja Pabrik yang ada di Kecamatan Pulau Burung. Sebagian besar dari mereka adalah pendata...

Aksi Nyata Modul 1.1.

Gambar
  Aksi Nyata Modul 1.1.   A.       Latar Belakang Pembelajaran yang hanya menempatkan murid sebagai objek pendidikan akan menjadikan belajar menjadi beban bagi murid. Banyaknya target harus dicapai tanpa memperhatikan kondisi murid telah mengubah arah pendidikan yang seharusnya menuntun murid menjadi memaksa. Mengetahui kondisi murid, terlebih dalam konteks di saat pandemi merupakan hal penting.   Kondisi murid di rumah tentu mempengaruhi kesiapan dan motivasi belajar murid. Dua faktor tersebut pada akhirnya juga akan mempengaruhi hasil belajar murid. Untuk mengetahui kondisi murid di rumah diperlukan sebuah asesmen. Asesmen yang ditujukan untuk mengukur aspek psikologis dan kondisi emosional peserta didik disebut dengan asesmen diagnosis non kognitif.   Rencana aksi nyata yang telah dilaksanakan merupakan bagian dari sebuah “rencana besar” dalam menciptakan  murid merdeka belajar . Langkah awal yang diambil penulis untuk memerdekakan mu...