Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran

 

3.1.a.7. Demontrasi Kontekstual - Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran




Guru penggerak diharapkan menjadi pemimpin pendidikan yang mewujudkan generasi unggul di Indonesia. Pemimpin pendidikan harusnya menjadi panutan bagi rekan-rekan sejawat. Mampu memberi contoh bagaimana menciptakan pembelajaran yang nyaman, memahami karakteristik murid dan pembelajaran yang memerdekakan. Dengan pembelajaran yang telah dilalui, Calon guru penggerak mempunyai kompetensi-kompetensi yang mendukung untuk berbagi dan menerapkan pengetahuan di lingkungan sekolah. Kompetensi sosial emosional, cara komunikasi yang asertif, pendengar aktif, tahu cara mengarahkan rekan yang kesulitan (coaching) dan cara mengambil sebuah keputusan merupakan modal kuat bagi calon guru penggerak dalam berbagi dan menerapkan pengetahuan.

Ketika harus mengambil keputusan diantara hal benar melawan salah maka akan mudah melakukannya. Berbeda halnya ketika keputusan yang diambil diantara dua pilihan yang keduanya terdapat nilai kebenaran. Dalam kasus ini disebut dengan dilema etika. Langkah awal adalah memahami paradigma apa yang terjadi (Individu lawan masyarakat, rasa keadilan lawan rasa kasihan, kebenaran lawan kesetiaan, jangka pendek lawan  jangka panjang) kemudian menerapkan prinsip-prinsip yang sering digunakan menghadapi dilema etika. Prinsip pertama berpikir berbasis hasil akhir, kedua berpikir berbasis peraturan, dan berpikir berbasis rasa peduli.

Setelah paradigma dan prinsip telah dikuasai maka dilanjutkan dengan mengambil 9 langkah dalam menentukan keputusan. Langkah pertama, Mengenali bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi ini. Kedua, Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini. Ketiga, Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini. Selanjutnya, melakukan pengujian benar atau salah. Pengujian ini meliputi uji legal, regulasi, intuisi, halaman depan koran dan panutan. Langkah ke lima pengujian Paradigma Benar lawan Benar. Keenam, memilih prinsip yang akan dipakai. Ketujuh,mencari opsi trilema, yaitu mencari opsi untuk berkompromi dalam situasi ini. Terkadang akan muncul sebuah penyelesaian yang kreatif dan tidak terpikir sebelumnya yang bisa saja muncul di tengah-tengah kebingungan menyelesaikan masalah. Langkah ke delapan membuat keputusan dan terakhir melihat kembali keputusan dan merefleksikan.

Langkah awal yang akan saya lakukan ketika di sekolah adalah melakukan komunikasi dengan murid, guru orangtua murid dan seluruh pemangku kepentingan yang ada. Saya percaya, kolaborasi semua stakeholder  akan mampu menjadi murid yang hebat dan berkarakter. Diawal masuk pembelajaran tatap muka terbatas saya mengundang orangtua murid untuk berdiskusi di sekolah. Tidak semua orangtua yang hadir karena harus bekerja di Pabrik, namun mayoritas orangtua datang. Hal ini menjadi salah satu indikasi baik bahwa pendidikan anak mereka juga menjadi prioritas. Dilema sempat muncul ketika harus menghadirkan orangtua di sekolah karena sulitnya izin ketika masa pandemi untuk keluar dari Pabrik tempat mayoritas orangtua murid bekerja. Namun solusi muncul, ketika komite yang menjadi penghubung sekolah dan orangtua merupakan orang yang mempunyai koneksi baik dengan pabrik yang ada di daerah kami.

Sebenarnya, bisa jadi langkah-langkah yang diterapkan sudah diterapkan sebelum pembelajaran modul 3.1.  Namun kita (saya) tidak memahami secara runut dan konsisten dalam melaksanakan langkah-langkah yang diambil. Rencana akan saya terapkan secara konsisten dimulai dari diri dan dari sekarang hingga masa yang akan datang

Rekan sejawat bisa menjadi teman diskusi dalam mengevaluasi dan merefleksikan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Orangtua murid, komite bahkan murid dapat dijadikan rekan diskusi. Murid menjadi elemen yang paling penting ketika melakukan evaluasi keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Tidak menjadi bagian paling akhir, namun keputusan yang dibuat harus berorientasi pada murid.

----------------------------------------------------------------------------------------

Guiding Questions

  • Bagaimana Anda nanti akan mentransfer dan menerapkan pengetahuan yang Anda dapatkan di program guru penggerak ini di sekolah/lingkungan asal Anda?
  • Apa langkah-langkah awal yang akan Anda lakukan untuk memulai mengambil keputusan berdasarkan pemimpin pembelajaran?
  • Mulai kapan Anda akan menerapkan langkah-langkah tersebut, hari ini, besok, minggu depan, hari apa? Catat rencana Anda, sehingga Anda tidak lupa.
  • Siapa yang akan menjadi pendamping Anda, dalam menjalankan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran? Seseorang yang akan menjadi teman diskusi Anda untuk menentukan apakah langkah-langkah yang Anda ambil telah tepat dan efektif.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aksi Nyata Modul 1.2 (Menjalin Hubungan dengan Orang Tua Murid)

Aksi Nyata Modul 1.1.