Aksi Nyata Modul 1.2 (Menjalin Hubungan dengan Orang Tua Murid)

 


Aksi Nyata Modul 1.2.

Membangun Hubungan dengan Orang Tua Murid

A.     Latar Belakang

Setiap anak mempunyai potensi menjadi anak yang baik, bakat dan berprestasi. Namun, tidak semua mendapat kesempatan mengembangkan potensi-potensi yang mereka miliki. Tak bisa dipungkiri bahwa orangtua, sekolah dan masyarakat berpengaruh besar terhadap karakteristik anak. Orangtua menjadi pondasi pertama bagi tumbuh kembang anak.

Ketika anak sudah memasuki usia sekolah, maka guru akan menjadi orangtua ke dua bagi mereka. Kolaborasi antara guru dan orangtua sangat penting dalam membentuk karakter baik pada anak. Orangtua tidak bisa memberikan tanggung jawab sepenuhnya kepada guru mengenai pendidikan sang anak. Sebagai seorang pendidik sebaiknya mempunyai kemampuan menjalin komunikasi dengan orang tua murid.

Orang tua murid yang ada di SMP Negeri Pulau burung mayoritas merupakan pekerja Pabrik yang ada di Kecamatan Pulau Burung. Sebagian besar dari mereka adalah pendatang dari luar daerah. Orangtua murid terkadang terlalu sibuk dengan pekerjaan mereka sebagai karyawan. Sehingga melupakan tugas sebagai pendidik di rumah. Perlu terjalin hubungan yang baik antara orangtua dan guru. Sinergi positif antara orangtua dan guru entu saja berpengaruh terhadap motivasi belajar dan perkembangan karakter bagi murid. Oleh sebab itu, penulis ingin membuat sebuah aksi nyata memperkuat jalinan hubungan dengan orangtua murid.

B. Aksi Aksi Nyata 

Menjalin hubungan orangtua pada aksi nyata modul 1.2 ini lebih difokuskan kepada anak yang dianggap bermasalah di Sekolah. Untuk jangka panjang, tidak hanya anak yang “bermasalah” namun juga dilakuakan berkesinambungan kepada seluruh orangtua murid dalam satu kelas




1.      Membuat Daftar Kunjungan

Daftar kunjungan ke rumah siswa disesuaikan dengan jadwal orangtua mereka yang bekerja di Pabrik.

 

2.      Menyusun daftar pertanyaan

Pertanyaan yang ditujukan kepada orangtua berorientasi kepada aktivitas murid selama di rumah. Pertanyaan juga ingin melihat keterlibatan orangtua dalam mendampingi anak belajar.

3.      Sosialisasi Kepada Murid

Memeberikan jadwal kunjungan kepada murid.

 

4.      Kunjungan ke rumah

Kunjungan ke rumah orangtua murid lebih bertujuan pada menigkatkan hubungan antara guru dan orangtua.

 

5.      Mengundang orangtua siswa ke Sekolah

Momen mengambil soal ujian di Sekolah dapat dijadikan kesempatan untuk menjalin hubungan dengan orangtua siswa.

 

6.      Refleksi

Mengevaluasi kembali hasil dari kunjungan ke ruamah orangtua siswa. Mengumpulkan data berdasarkan catatan selama kunjungan . Kemudian membuat rencana kunjungan ke rumah orangtu yang belum dikunjungi dan menyusun kembali pertanyaan-pertanya yang relevan dengan kondisi orangtua siswa

 

 

C.     Hasil Aksi Nyata

Masalah pendidikan anak tidak bergantung sepenuhnya kepada guru. Perlu kolaborasi antara guru dan orangtua. Masalah yang sering muncul ketika kunjungan kepada orangtua adalah anak yang “terbiar” dan kurang perhatian. Penyebabnya, mayoritas orangtua sibuk berkegiatan sebagai pekerja Pabrik. Penyebab lain merupakan anak (maaf), imbas dari rumah tangga orangtua yang tidak harmonis, dan masalah ekonomi. Membangun ikatan emosional dengan orangtua murid bukanlah hal yang mudah. Sebagian orangtua murid merasa, ketika anak sudah masuk sekolah maka pendidikan merupakan tanggung jawab guru. Perlu pendekatan persuasif untuk meyakinkan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Membangun hubungan terhadap orangtua merupakan kegiatan yang sebaiknya dilakukan secara berkesinambungan.

 

D.      Pembelajaran yang didapat dari pelaksanaan

Peran orangtua dalam dunia pendidikan tidak kalah penting dari guru. Orangtua merupakan pondasi pendidikan bagi anak. Kolaborasi guru dan murid sangat penting untuk kemajuan pendidikan anak.

Tidak semua orangtua bisa diajak untuk berkolaborasi. Sebagian orangtua menganggap bahwa sekolah yang bertanggung jawab atas pendidikan anak mereka. Sebagian lain peduli, hanya saja disibukkan oleh kegiatan sebagai buruh pabrik yang cukup melelahkan. Tapi, tidak sedikit juga orangtua tetap berusaha maksimal untuk memberikan perhatian kepada anaknya di tengah kesibukan mencari nafkah.

 

E.      Rencana Perbaikan Untuk masa Yang Akan Datang

Menjalin hubngan antara orangtua siswa sebenarnya sudah harus dilakukan ketika awal murid pertama datang ke sekolah. Sebaiknya dibuat paguyuban orangtua dalam satu kelas untuk memduahkan komunikasi antara guru dan sesama orangtua.

Wali kelas memegang peranan penting dalam menjalin komunikasi kepada orangtua. Perlu pandangan yang sama antara guru dan orangtua dalam memajukan pendidikan anak. Wali kelas dapat membuatkan grup WA sebagai platfom komunikasi.

Hubungan antara guru dan orangtua harus dilakukan dengan sabar dan terus menerus. Tidak semua orangtua mau terbuka tentang masalah yang menyangkut keluarga. Perlu rasa empati, komunikasi dan pendekatan yang baik untuk meyakinkan bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama.

F.     Dokumentasi dan Hasil Pelaksanaan






      Berbagai pengalaman yang didapat ketika melakukan kunjungan dengan orangtua siswa di rumah. Mayoritas anak yang kurang mendapat perhatian karena rutinitas kesibukan orangtua mereka. Namun, tidak sedikit juga murid yang telah mendapat perhatian yang cukup tapi terpengaruh oleh lingkungan yang “salah”.




Ada beberapa rumah orangtua murid yang tidak diketahui dengan jelas alamat tinggalnya. Sebagian yang lain dengan medan jalan yang cukup sulit untuk dijangkau. Momentum mengambil ujian dijadikan ajang untuk menjalin hubungan terhadap orangtua.

 

G.     Penutup

Demikianlah laporan aksi nyata kedua pada modul 1.2 yang membahas tentang menjalin hubungan dengan orang tua murid. Penulis sadar, masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki. Kritik dan saran membangun penulis harapkan dari pembaca, rekan-rekan CGP, pendamping terlebih dari fasilitator agar aksi nyata yang selanjutnya menjadi lebih baik. 

 

Desember 2020

 

 

 

Khaidir Rahman


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aksi Nyata Modul 1.1.